19 Okt 2017

Sirah: Mengasah Keahlian Diplomasi dan Komunikasi



Peristiwa Hilful-Fudhul, bermula dari sikap arogan Al-Ash bin Wa'il terhadap seoarang pedagang Yahudi yang datang ke Mekah. Setelah mengambil barang dagangan, ia tidak mau membayar. Sang penjual mengadukan kejadian itu kepada Quraisy, tapi mereka tidak berani bertindak karena kedudukan Al-Ash bin Wa'il. Intinya, Nabi sejak kecil sudah diajak rapat atau berorganisasi.

Hikmah Hilful -Fudhul
1. Keadilan merupakan nilai-nilai umum yang harus diperjuangkan
2. Saat itu hilful fudhul adalah utopia tapi selanjutnya bisa diwujudkan
3. Nabi berorganisasi di masyarakat

-----

JIWA MILITER

Perang Al-Fijar, hikmahnya
1. Pentingnya mengenalkan jiwa militerisme sejak dini pada anak.
2. Memperkuat senjata perang bukan berarti haus darah untuk perang tapi untuk memperkuat izzah
3. Pentingnya tarbiyah asykariah
4. Untuk menjaga kesehatan fisik

-----

Hikmah Di Balik Pernikahan Nabi

Menikah dengan Khadjah binti Khuwalid bin Asad. Khadijah pernah menikah dua kali dengan:
- Abu Halah bin Zurarah yang wafat dan meninggalkan dua anak: Hindun dan Halah
- Athiq bin Aid yang meninggalkan anak bernama Hindun

Anak-anak Khadijah semuanya memeluk Islam.

Nabi Saw memberikan mahar 20 ekor unta. (Kitab Ar-Rahiqul Makhtum)

Ketika menikah dengan Nabi Saw, usia Khadijah 40 tahun, ada yang mengatakan 28 tahun.

Mahar yang dimurahkan bukan berarti memberikan mahar yang sedikit. Nabi Saw memberikan mahar 600 dirham kepada istri yang bukan dari kalangan atas.

Mengenal Keluarga Nabi Saw

Qasim dan Abdullah
Zainab - menikah dengan Abul Ash bin Rabi lalu melahirkan Ummamah dan Ali. Ummamah sempat dinikahi Ali bin Abi Thalib setelah Fathimah wafat
Ruqayyah menikah dengan Utsman tidak ada ketirunan
Ummul Kultsum menikah dengsn Utsman melahirkan Abdullah yang wafat pada usia 4 tahun.
Fathimah menikah dengan Ali melahirkan Hasan, Husain, Zainab, Muhsin dan Ummu Kultsum.
Ibrahim-Putra Nabi Saw dari Maryah al-Qibthiyah

-----
Disarikan dari Kajian Siroh bersama Ust. Hepi Andi Bastoni Setiap Kamis Kecuali Kamis Pekan ke-4 di Masjid Ummul Quro, Bogor



18 Okt 2017

Shalawat Nariyah, Haram atau Boleh?


1. Shalawat di tempat, waktu dan dengan cara yang tidak dilakukan Rasulullah Saw. Bagaimana mensikapi amalan ibadah yang tidak dilakukan Rasulullah Saw?

14 Okt 2017

Khutbah Jumat "Etika Profesi"

Khutbah Jumat, Via Renata, 13 Oktober 2017

Disarikan dari artikel Pak Lasa Hs, tentang Etika Profesi Pustakawan

Alhamdulillah, kita ditakdirkan Allah menjadi seorang yang memiliki profesi. Dalam bekerja seharusnya tidak semata-mata berorientasi pada imbalan, tetapi berorientasi pada profesi.

Sebagai muslim yang berprofesi, maka lakukanlah perbuatan yang dapat memberikan manfaat. Apabila perbuatan itu tidak memberikan manfaat atau tidak pantas dilakukan maka harus ditinggalkan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi)

Islam memandang akhlakul karimah merupakan sikap kesempurnaan seorang muslim. Baik buruknya masyarakat dan rusak tidaknya suatu bangsa tergantung pada akhlak bangsa itu terutama pejabat publiknya.

Islam sebagai agama yang membawa rahmat pada seluruh alam/ rahmatan lil ‘alamin mendorong manusia untuk menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam perilaku mereka. Akhlakul karimah ini perlu dijaga dalam hubungan dengan Allah Sang Khaliq, hubungan sesama manusia, dan hubungan sesama pegawai.

Sebagai seorang yang muslim yang meyakini al-Quran sebagai panduan hidupnya, maka berupayalah untuk mengikuti pesan-pesan al-Quran seperti ajakan kebenaran, saling menghormati, bekerja keras, dan amal soleh lainnya.

Ilmu pengetahuan, pengalaman, dan informasi yang kita miliki hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan profesi, organisasi, dan masyarakat pada umumnya. Semuanya akan dipertanggung jawabkan. Sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah dalam

Apa yang dilakukan manusia harus dipertanggungjawabkan. Ilmu pengetahuan dan keahlian kita telah dimanfaatkan untuk apa? Apakah pekerjaan kita hanya untuk menaikkan jabatan, pangkat, atau benar-benar ikhlas dan professional.

Kita diharapkan melaksanakan tugas sesuai dengan harapan masyarakat, membedakan sikap hidup pribadi dan tugas profesi, tidak menyalahgunakan posisi, sopan dan bijak dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Profesi, bidang, ilmu pengetahuan, dan kekuasan yang diberikan kepada seseorang pada hakikatnya adalah amanah yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang tidak melaksanakan amanah ini berarti telah berkhianat kepada Allah dan RasulNya.

Berkompetisilah yang sehat. Dalam mencapai keunggulan perlu ditanamkan maju bersama dan tidak menjatuhkan yang lain.

27 Sep 2017

MUI Goes to School Ke SMK Wiayata Mandala



PKU BOGOR KORWIL VI NEWS - MUI Goes to School (MGTS) yang diselenggarakan oleh Alumni Pendidikan Kader Ulama (PKU) Koordinator Wilayah VI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor berlangsung di SMK Wiyata Mandala Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor pada Sabtu pagi, 23 September 2017. Diikuti oleh siswa dan siswi beserta guru dan kepala sekolah yang jumlahnya mencapai 700 orang.

20 Sep 2017

Apa Hukumnya Do'a Awal dan Akhir Tahun?

Berikut ini penjelasan mengenai do'a awal dan akhir tahun yang disampaikan oleh DR. Taufik Q. Hullaimi pada Kajian Malam Rabuan (Kasmaran) di Masjid Ummul Quro, 19 September 2017.
























5 Sep 2017

Fiqih Qurban Kontemporer


Resume Kajian Islam Malam Rabuan #4 Bersama DR, Taufik Hulaimi di Masjid Ummul Quro Kota Bogor, 29 Agustus 2017, oleh Maryulisman


Disebut fiqih kontemporer karena Nabi tidak pernah mengamalkannya atau tidak ada di zaman Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, ada beberapa hal yang terkait dengan fiqih kontemporer, antara lain:

Entri Populer